Cemburu, Bapak-Anak di HSU Keroyok Pria Idaman Lain si Istri

Cemburu, Bapak-Anak di HSU Keroyok Pria Idaman Lain si Istri

Tiga pelaku pengeroyokan: Hipni (kiri), Riansyah (tengah), dan Rahmat (kanan). Foto: Polres HSU

Unit Jatanras Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara dan Polres Hulu Sungai Tengah, meringkus tiga pelaku pengeroyokan dalam tempo kurang dari 24 jam. Aksi cepat penangkapan pelaku kriminal ini bentuk komitmen Polres HSU mewujudkan HSU Tangkas alias tangani kasus dengan cepat dan tuntas.

Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan lewat Kasatreskrim Iptu Kamarudin, menuturkan penangkapan tiga pelaku pengeroyokan di lokasi berbeda pada Senin (4/11/2019). Ketiga pelaku bernama Hipni (40), Rahmat Hidayat (19), dan Ahmad Riansyah (22).
Menurut dia, ketiga orang ini dilaporkan ke polisi atas dugaan pengeroyokan terhadap Rahmad Hidayat (40). “Waktu kejadian hari Sabtu, 2 November 2019 pukul 23.00 wita di Terminal Pasir Mas, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU,” kata Iptu Kamarudin kepada wartawan banjarhits.id, Selasa (5/11/2019).
“Pelaku mengakui semua perbuatannya dengan motif pelaku, Hipni, cemburu dengan korban karena berpacaran dengan isteri pelaku,” Kamarudin melanjutkan.

Saat itu, korban nongkrong di Terminal Pasirmas, lalu datang terlapor dan dua orang lainnya. Ketiga orang ini langsung memegang tangan korban, dan memukuli korban dengan membabi buta.
“Korban mengalami benjol di bagian muka, benjol di bagian depan dan belakang kepala, muntah darah, dan lebam-lebam di bagian tubuhnya. Kemudian korban mendapat perawatan di RSUD Amuntai,” kata Iptu Kamarudin.
Korban Rahmad Hidayat (40) yang diduga pria idaman lain dari istri sah Hipni. Foto: Polres HSU

Namun, korban baru melaporkan kejadian ini ke Mapolres HSU pada pukul 09.00 wita, Senin (4/11/2019). Korban Rahmad Hidayat tinggal di lingkungan RT 001 Jalan Candi Agung, Kelurahan Paliwara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU.

Atas laporan ini, kata Kamarudin, Unit Jatanras Polres HSU segera menyelidiki pelakunya. Polisi lebih dulu meringkus Ahmad Riansyah di Desa Palampitan, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU pada pukul 19.00 wita, Senin (4/11). Dari keterangan Rian, polisi menangkap Rahmat Hidayat pada pukul 21.17 wita di Desa Palampitan.
“Kemudian pada pukul 02.30 wita (Selasa, 5 Nopember 2019, red) dilakukan pengejaran kembali terhadap satu orang pelaku yang keberadaannya diketahui di Desa Mundar, Kabupaten HST,” kata Kamarudin.

Dibantu Unit Jatanras Polres HST, pelaku atas nama Hipni ditangkap pada pukul 02.30 wita di Desa Mundar RT 02, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten HST.

Menurut dia, Hipni dan dua pelaku lain masih sanak keluarga. Rahmat Hidayat sebagai anak kandung Hipni, dan Riansyah sebagai anak angkat Hipni.
"Hipni dan istrinya belum resmi cerai. Jadi, Rahmat melaporkan ke Hipni kalau ada laki-laki berkunjung ke tempat dagangan ibunya di dekat terminal, jual nasi kuning. Mungkin cemburu," ujar Iptu Kamarudin.
Hipni dan Rahmad Hidayat diketahui tinggal di lingkungan RT 01 Desa Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Adapun Ahmad Riansyah tinggal di Desa Patarikan, Kecamatan Banjang.

sumber : banjarhits

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.