Bos Narkoba Asal Aceh yang Ditembak Mati Punya 10 Hektar Ladang Ganja

Ilustrasi brownies ganja. Foto: Shutter Stock

Subdit 1 Unit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap 3 pengedar ganja jaringan Jakarta-Aceh. Salah satu tersangka bernama Muriandi tewas ditembak.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani menyebut, tersangka Muriandi merupakan pemilik ladang ganja seluas 10 hektar di Aceh.

“(Tersangka) bos ganja, pemilik ladang ganja. Tersangka memiliki ladang ganja di Aceh seluas 10 hektar,” ucap Fanani kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/11).

Muriandi juga residivis kasus narkoba. Ia pernah ditahan di LP Salemba, Jakarta Pusat, sejak tahun 2000 sampai tahun 2005.
Ilustrasi paket ganja Foto: Dok. Polres Bogor

“Tersangka ini residivis kasus 5 kilogram sabu. Masuk rutan tahun 2000 dan keluar tahun 2005,” kata dia.

Tak hanya itu, kata Fanani, Muriandi juga pernah menjadi anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Tersangka itu juga mantan tentara Kombatan GAM," ucapnya.

Sebelumnya, 2 tersangka atas nama Ghazali dan Amin Yunus ditangkap di Jalan Prof Majid Ibrahim, Kota Sigli Kabupaten Aceh, Minggu (3/11).

“Dari hasil penangkapan dua orang tersebut oleh tim dilakukan interogasi didapat keterangan bahwa tersangka mendapat suruhan dan diperintah dari tersangka Muriandi,” ucap Fanani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11).

Ilustrasi Tanaman Ganja Foto: Pixabay

Polisi pun lalu menangkap Muriandi pada Senin (4/11) Jalan Meunasah Kreung, Kecamatan Inginjaya Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Saat diminta untuk menunjukkan keberadaan tersangka lain di Jakarta Barat, Muriandi mencoba melawan petugas. Polisi saat itu sempat memberikan tembakan peringatan, namun tak didengar oleh tersangka.

“Muriandi dilakukan tindakan tegas terukur, kemudian tersangka dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah tiba tim dokter menyatakan tersangka Muriandi meninggal dunia,” jelas Fanani.

sumber : kumparan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.